Menu ✖

Mode Gelap
Polres Barru Serahkan Tersangka Beserta Sejumlah BB Dalam Kasus Pencurian Ke Kejaksaan Negeri Barru Team URC Resmob Polres Bantaeng, Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan dan Pengancaman Dengan Sajam Aktivitas Pertambangan PT MUTU Disorot, Kepala Adat Minta Pemerintah Turun Langsung ke Lapangan PGRI Bantaeng Angkat Suara, Terkait Guru Yang Diduga Jadi Korban Kekerasan, Dan Minta Persoalan Revitalisasi SMPN 1 Sinoa Diusut Satresnarkoba Polres Sinjai Amankan Pria, Yang Diduga Terlibat Penyalahgunaan Narkotika Lawyer Di Bogor Diduga Dianiaya, Tersangka Sudah Ditetapkan Namun Belum Dilakukan Penahanan

ADAT BUDAYA

Arung Palakka, Sang Pembebas Kerajaan Bugis Bone dan Soppeng

badge-check

Arung Palakka, Sang Pembebas Kerajaan Bugis Bone dan Soppeng Perbesar

Mediasolidergroup.com //Rubrik/Opini/Artikel,_
Arung Palakka adalah salah satu tokoh paling terkenal dalam sejarah Bugis. Namanya tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang Kerajaan Bone, konflik politik di Sulawesi Selatan, serta perjuangan masyarakat Bugis pada abad ke-17.

Sejak muda, Arung Palakka mengalami masa yang penuh pergolakan. Bone berada dalam tekanan kekuasaan Gowa-Tallo, sementara persaingan antarkerajaan semakin tajam. Keadaan tersebut membentuk dirinya menjadi seorang pemimpin yang memiliki tekad kuat untuk mengembalikan kebebasan dan kedudukan Bone.

Perjuangan Arung Palakka kemudian membawanya bersekutu dengan VOC dan pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam Perang Makassar. Setelah berbagai peperangan dan perubahan politik, kekuatan Gowa akhirnya melemah. Arung Palakka kemudian kembali memperoleh kedudukan penting dan pada akhirnya menjadi Arung Palakka, Raja Bone.

Namun, sejarah Arung Palakka tidak sederhana. Ada yang melihatnya sebagai pembebas Bone, sementara ada pula yang menilai pilihannya bersekutu dengan VOC sebagai bagian kontroversial dari sejarahnya. Karena itu, sosok Arung Palakka sebaiknya dipahami dalam konteks zamannya—ketika kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan sedang menghadapi peperangan, perebutan kekuasaan, dan perubahan besar.

Bagi masyarakat Bone dan sebagian masyarakat Bugis, Arung Palakka tetap menjadi simbol keberanian, kepemimpinan, dan perjuangan mempertahankan martabat kerajaan.

Sejarah tidak selalu hitam dan putih. Untuk memahami Arung Palakka secara adil, kita perlu melihat berbagai sumber dan sudut pandang. Yang pasti, namanya telah menjadi bagian penting dari sejarah Bugis dan perjalanan Sulawesi Selatan.

Arung Palakka bukan sekadar nama dalam sejarah. Ia adalah tokoh yang meninggalkan jejak besar dalam perjalanan Bugis, Bone, dan Nusantara.

((Team Solider Group))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Respon Cepat Bhabinkamtibmas Polsek Tanete Riaja, Bersama Warga Padamkan Kebakaran di Lahan Perkebunan

13 Oktober 2026 - 03:32 WIB

Picsart 26 10 13 11 31 02 536

Respon Cepat Polsek Soppeng Riaja, Bhabinkamtibmas Bersama Warga, Bantu Pengendara, Korban Pohon Tumbang Yang Timpa Mobil Di Barru

12 Oktober 2026 - 06:57 WIB

Picsart 26 10 12 11 34 19 928

Team URC Resmob Polres Bantaeng Intensifkan Hunting, Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif di Wilayah Hukumnya

12 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Picsart 26 10 12 11 33 42 330

Tiba di Jakarta Kemarin Sore, Presiden Mesir Jadwalkan Pertemuan Dengan Presiden RI Hari Ini, Dalam Rangka Kunjungan Kenegaraan

11 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Picsart 26 10 11 17 41 28 734

Program Safari Shubuh Kapolres Barru, Wujud Implementasi Dari Tagline Polri Yang Baru “Polisi Bersama Masyarakat”

11 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Picsart 26 10 11 17 35 09 542
Trending di APRESIASI