Menu

Mode Gelap
Puluhan Pengacara Dampingi Warga, Terkait Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Terhadap Sejumlah Institusi Negara Tambah Diperketat Pengawasan BBM Subsidi, Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Sinjai Utara Turun Langsung pengawasan di SBPU Sambut HUT Polwan ke-78, Polwan Polres Sinjai Gelar Ziarah Rombongan di TMP Manggottong Direktur YLBH BPK Angkat Bicara : Nama Baik Wali Kota Makassar Harus Dihormati Ada Apa, Polisi Lawan Warga sekitar 3000 KK di Makassar??? PJI Sulsel Kecam Pernyataan Pengacara kondang Hotman Faris, Dzoel SB: Permintaan Maaf Tak Cukup?

ADAT BUDAYA

Arung Palakka, Sang Pembebas Kerajaan Bugis Bone dan Soppeng

badge-check

Arung Palakka, Sang Pembebas Kerajaan Bugis Bone dan Soppeng Perbesar

Mediasolidergroup.com //Rubrik/Opini/Artikel,_
Arung Palakka adalah salah satu tokoh paling terkenal dalam sejarah Bugis. Namanya tidak dapat dipisahkan dari perjalanan panjang Kerajaan Bone, konflik politik di Sulawesi Selatan, serta perjuangan masyarakat Bugis pada abad ke-17.

Sejak muda, Arung Palakka mengalami masa yang penuh pergolakan. Bone berada dalam tekanan kekuasaan Gowa-Tallo, sementara persaingan antarkerajaan semakin tajam. Keadaan tersebut membentuk dirinya menjadi seorang pemimpin yang memiliki tekad kuat untuk mengembalikan kebebasan dan kedudukan Bone.

Perjuangan Arung Palakka kemudian membawanya bersekutu dengan VOC dan pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam Perang Makassar. Setelah berbagai peperangan dan perubahan politik, kekuatan Gowa akhirnya melemah. Arung Palakka kemudian kembali memperoleh kedudukan penting dan pada akhirnya menjadi Arung Palakka, Raja Bone.

Namun, sejarah Arung Palakka tidak sederhana. Ada yang melihatnya sebagai pembebas Bone, sementara ada pula yang menilai pilihannya bersekutu dengan VOC sebagai bagian kontroversial dari sejarahnya. Karena itu, sosok Arung Palakka sebaiknya dipahami dalam konteks zamannya—ketika kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan sedang menghadapi peperangan, perebutan kekuasaan, dan perubahan besar.

Bagi masyarakat Bone dan sebagian masyarakat Bugis, Arung Palakka tetap menjadi simbol keberanian, kepemimpinan, dan perjuangan mempertahankan martabat kerajaan.

Sejarah tidak selalu hitam dan putih. Untuk memahami Arung Palakka secara adil, kita perlu melihat berbagai sumber dan sudut pandang. Yang pasti, namanya telah menjadi bagian penting dari sejarah Bugis dan perjalanan Sulawesi Selatan.

Arung Palakka bukan sekadar nama dalam sejarah. Ia adalah tokoh yang meninggalkan jejak besar dalam perjalanan Bugis, Bone, dan Nusantara.

((Team Solider Group))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Polwan Polres Sinjai Ambil Peran Saat Sholat Jum’at, Keamanan dan Pelayanan Tetap Prima

28 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Picsart 26 08 28 18 39 34 826

Puluhan Pengacara Dampingi Warga, Terkait Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Terhadap Sejumlah Institusi Negara

28 Agustus 2026 - 11:49 WIB

Picsart 26 08 28 18 40 17 862

Apel Siaga Polres Sinjai, Personel Diminta Standby dan Responsif Hadapi Perkembangan Kamtibmas

28 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Picsart 26 08 28 14 39 20 622

Kanit Reskrim Polsek Sinjai Borong Edukasi Siswa SMPN 36 tentang Bahaya dan Pencegahan Bullying

27 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Picsart 26 08 27 19 11 55 128

Polres Sinjai Bekali Pelajar SMAN 5 Sinjai, Kenali AI dan Bijak di Ruang Digital

27 Agustus 2026 - 15:22 WIB

Picsart 26 08 27 17 16 18 169
Trending di Berita Terkini